Pemanfaatan AI Beretika, Sekda Riau Tekankan Keamanan Siber dan Budaya

PEKANBARU (Mataaura.com) – Perkembangan digitalisasi dan teknologi kecerdasan artifisial (AI) bergerak dengan sangat masif hingga diprediksi akan merombak total lanskap dunia kerja global maupun nasional secara drastis dalam beberapa tahun mendatang. Menghadapi gelombang perubahan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah dengan membekali perempuan dan tenaga pendidik lokal agar memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kemajuan teknologi mutakhir.

Sekda Riau Syahrial Abdi mengatakan, literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan artifisial secara produktif kini telah dimasukkan sebagai bagian penting dari agenda prioritas pengembangan kapasitas sumber daya manusia di daerah. Program peningkatan kompetensi pendidik di Provinsi Riau dijalankan secara aktif oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau melalui berbagai langkah strategis.

“Pemprov Riau bersama balai guru dan tenaga kependidikan di Riau secara intensif melaksanakan program pelatihan serta sekolah model rintisan di berbagai kabupaten dan kota guna mempercepat penguasaan kompetensi digital di sekolah-sekolah. Itu langkah kami untuk SDM kita saat ini dapat paham dengan digital,” kata Sekda Syahrial Abdi di Kantor DPRD Riau. Sabtu (24/10/2026)

Dijelaskan, agar mencapai program hingga ke masyarakat, Perempuan ICMI didorong untuk mengambil peran terdepan sebagai motor penggerak literasi teknologi. Baik dalam kapasitas mereka sebagai pendidik di dalam keluarga maupun sebagai profesional di ruang publik.

“Karena pemanfaatan AI secara bijak dan beretika tidak hanya akan mendongkrak efisiensi dunia usaha mikro dan menengah, tetapi juga membuka peluang baru bagi para ibu rumah tangga untuk menjalankan bisnis kreatif secara daring dari rumah,” jelasnya.

Diungkapkan, pihaknya terus bersinergi agar implementasi teknologi digital ini tetap berlandaskan pada prinsip perlindungan data pribadi, keamanan siber, serta norma-norma etika sosial yang berlaku di tengah masyarakat Melayu. Transformasi digital ini dipastikan tidak akan meninggalkan kelompok rentan, melainkan merangkul seluruh elemen masyarakat agar dapat menikmati buah manis dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

“Teknologi harus memperkuat kemampuan dan tanggung jawab manusia, bukan menggantikan daya pikirnya. Jadi, kalau bisa melalui pemanfaatan digital itu mampu menaikkan omset penjualan produk-produk kuliner dan kerajinan tangan hasil karya kelompok perempuan perajin di berbagai pelosok daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Perempuan ICMI, Welya Safitri menuturkan bahwa saat ini, DPP Perempuan ICMI di tingkat pusat telah bertransformasi menjadi rumah kebangsaan bagi seluruh organisasi kemasyarakatan perempuan di Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap agar semua anggota dapat bersungguh-sungguh mendedikasikan gagasan terbaik untuk umat, bangsa, dan negara.

“Tentu dalam kesempatan hari ini, kami menitipkan harapan besar agar DPW Perempuan ICMI Provinsi Riau beserta seluruh jajaran fungsional pengurusnya sanggup menjadi medium bagi perjuangan kepentingan masyarakat luas, baik para petani, nelayan, maupun seluruh lapisan masyarakat di berbagai penjuru Provinsi Riau,” tuturnya.

Lebih lanjut, pemanfaatan digitalisasi dapat menjadi sarana strategis untuk memperluas ruang partisipasi dan memperkuat eksistensi perempuan dalam pembangunan. Ia mencontohkan, kehadiran tokoh perempuan dari Riau yang mendapat perhatian luas di ruang digital dinilai dapat menjadi momentum untuk mendorong lebih banyak perempuan tampil dan mengambil peran positif di tengah masyarakat.

“Saya merasa sangat bangga karena ada Bupati Siak, itu perempuan dari Riau yang saat ini tengah viral. Tentu kita harapkan, ketokohan perempuan yang viral ini nantinya juga dapat berdampingan dan sejalan dengan berbagai kegiatan positif yang kita laksanakan bersama,” pungkas Welya.***Media Center Riau

Mungkin Anda Menyukai