Momen ini menjadi refleksi penting atas perjalanan panjang Dumai sejak berdiri hingga menjelma sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di Provinsi Riau.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Dumai, Paisal, bersama Ketua TP PKK Hj. Leni Ramaini. Turut hadir pula Asisten III Setdaprov Riau, M. Job Kurniawan, yang mewakili Gubernur Riau, serta sejumlah tokoh penting dari unsur legislatif, eksekutif, hingga Forkopimda.
Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Dumai Agus Miswandi, didampingi para wakil ketua, dan diikuti seluruh anggota dewan. Hadir pula para kepala daerah terdahulu, pejabat dari kabupaten/kota se-Riau, serta tokoh masyarakat dari berbagai kalangan.
Dalam pembukaan sidang, Agus Miswandi mengajak seluruh hadirin untuk kembali mengingat sejarah terbentuknya Dumai melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1999.
“Peringatan ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para pejuang sejarah yang telah mewujudkan Dumai sebagai daerah otonom. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian adalah simbol kebersamaan kita dalam membangun daerah,” ujar Agus Miswandi di hadapan forum.
Sementara itu, dalam pidatonya, Wali Kota Paisal menegaskan arah pembangunan kota ke depan melalui tema “SDM Unggul, Infrastruktur Berkelanjutan”. Ia menilai, kemajuan daerah hanya bisa dicapai melalui kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor.
“Kemajuan tidak bisa diraih dalam kesendirian. Kita harus melampaui sekat perbedaan suku, agama, dan golongan untuk bergerak serentak. Sinergi antara Pemerintah, DPRD, TNI/Polri, dan pihak swasta adalah napas kehidupan bagi pembangunan Dumai,” tegas Wali Kota.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para pemimpin sebelumnya yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan kota.
Dari tingkat provinsi, apresiasi juga disampaikan oleh Gubernur Riau melalui Asisten III M. Job Kurniawan. Dalam sambutannya, Dumai disebut memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang ekonomi internasional bagi Riau.
“Dumai memiliki fondasi yang kuat, mulai dari IPM yang mencapai 77,58 hingga angka kemiskinan yang sangat rendah di level 3,08%. Provinsi Riau tetap berkomitmen memprioritaskan program strategis di Dumai, terutama dalam penguatan hilirisasi industri dan penyerapan tenaga kerja lokal,” ungkapnya membacakan pidato Gubernur. Ia pun menutup dengan optimisme terhadap masa depan Dumai.
“Dengan kolaborasi dan kerja nyata, kami meyakini Dumai akan terus tumbuh menjadi pilar utama dalam mewujudkan Riau yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Peringatan ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, alim ulama, akademisi, hingga insan pers, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Dumai selama 27 tahun terakhir.***Hri





