Jelajah Sejarah Menggunakan Sepeda Tua

Mataaura.com-MALANG – Belajar sejarah dan dikenalkan dengan cara yang unik serta menambahkan kesan jadul terjadi pada hari ini. Sebuah inovasi dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang mengkolaborasikan KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia) Kota Malang dengan History Walk Tour Malang membuat sebuah acara perjalanan bersejarah menggunakan transportasi tempo dulu yang ada di Malang. Sabtu (5/8/2023)

Ngonthel Nde Omahku (NGONDEO) menjadi tajuk acara yang mereka buat dengan tagline “Mengayuh Perjalanan Merajut Ingatan”. Acara ini dipandu oleh seorang tour guide sekaligus pemilik History Walk Tour Malang yaitu Yehezkiel. History Walk Tour Malang sendiri memiliki jasa tour guide untuk masyarakat umum yang ingin berjalan kaki untuk mengelilingi beberapa destinasi wisata dan bangunan-bangunan bersejarah di Kota Malang.

Yehezkiel sebagai Tour Guide mengatakan banyak titik lokasi di Malang yang memiliki cerita sejarah menarik serta bangunan yang terus dipertahankan sampai sekarang.

Perjalanan menelusuri sejarah dengan sepeda tua ini dimulai pada pukul tujuh pagi di samping alun-alun Kota Malang dengan dimulai penjelasan tentang sejarah sepeda tua serta penjelasan apa itu KOSTI (Komunitas Sepeda Tua), lalu disambung oleh penjelasan rute yang akan dilewati oleh para peserta dari History Walk Tour Malang mereka mengatakan perjalanan ini akan ditempuh sekitar 3 jam dari titik awal ini sampai dengan finish di Kayutangan dengan berbagai suguhan sejarah unik.

Rombongan yang berjumlah 10 orang diikuti oleh beberapa mahasiswa dan juga touris dari Belanda. Ngonthel Nde Omahku mencoba untuk mengenalkan dua unsur sejarah yang ada di kota malang yaitu Sepeda tua dan juga tempat bersejarah di malang. Mengajak masyarakat untuk lebih dekat lagi dengan sejarah bukan hanya sekedar melalui suatu jalan tanpa mengetahui sebuah histori yang ada di dalamnya.

“Kami hadir sebagai bentuk pengabdian dan kecintaan kami untuk bangsa ini agar masyarakat lebih peduli lagi pada sejarah yang ada. karena apa yang kita rasakan saat ini tidak lepas dari sejarah masa lalu,” ujar Teguh selaku Panitia Kegiatan.

Beberapa destinasi yang dituju menyajikan cerita yang berkesan bagi para peserta seperti yang dikatakan oleh Taufik. Salah satu lokasi yang sangat berkesan seperti SMA 1 Malang yang memiliki aula yang semenjak awal dibangun menjadi tempat berkumpul para siswa, yang menjadi menarik aula tersebut malah bener bangunan yang orisinil semenjak digunakan di zaman penjajahan menambah unsur vintage.

Salah satu sudut rumah di Jl. Anjasmoro milik Irawan menjadi salah satu tempat yang disambangi. bangunan yang berdiri sejak penjajahan belanda ini. sempat diambil alih oleh belanda dan berhasil diambil kembali kepemilikannya.

Irawan mengatakan, “saya sangat berterimakasih telah dikunjungi dan kunjungan ini sepertinya sangat terbatas waktu kalian saya berharap nantinya kunjungan ini bisa berlanjut lagi secara personal maupun kelompok untuk sowan ke tempat saya,”katanya.

 

Sumber : Raftel Creative

Mungkin Anda Menyukai