Mataaura.com – Motivasi belajar merupakan keseluruhan penggerak yang dimiliki siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, menjamin kelangsungan kegiatan pembelajaran dan memberi arah pada kegiatan belajar guna mencapai tujuan. Motivasi sangat mempengaruhi keberhasilan hasil belajar siswa. Keberhasilan pembelajaran akan tercapai ketika ada kemauan dan dorongan untuk belajar. Motivasi pasti mendukung penguasaan materi dan akibatnya, hasil belajar siswa juga meningkat yang berarti motivasi sangat menentukan bagi siswa untuk menguasai materi dan menyebabkan peningkatan hasil.
Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif, sehingga siswa lebih aktif dan termotivasi untuk belajar.
Model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan model pembelajaran yang menekankan pada kerja sama antar siswa dalam menyelesaikan suatu tugas atau masalah. Model pembelajaran ini memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Motivasi belajar merupakan keseluruhan penggerak yang dimiliki siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, menjamin kelangsungan kegiatan pembelajaran dan memberi arah pada kegiatan belajar guna mencapai tujuan.
Motivasi ketika ada kemauan dan dorongan untuk belajar. Motivasi pasti mendukung penguasaan materi dan akibatnya, hasil belajar siswa juga meningkat yang berarti motivasi sangat menentukan bagi siswa untuk menguasai materi dan menyebabkan peningkatan hasil. Pembelajaran cooperative adalah pembelajaran sengaja menumbuhkan interaksi.
Beberapa cara kreatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan model cooperative learning yaitu:
Gunakan Metode Pembelajaran Yang Bervariasi
Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Model pembelajaran kooperatif memiliki beberapa metode yang dapat digunakan, seperti jigsaw, STAD, dan TGT. Guru dapat memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.
Berikan Tugas Yang Bermakna Dan Relevan.
Tugas yang diberikan kepada siswa haruslah bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini akan membuat siswa merasa lebih termotivasi untuk menyelesaikan tugas tersebut. Guru dapat memberikan tugas yang bersifat proyek, simulasi, atau permainan. Berikan umpan balik yang positif Umpan balik yang positif dapat mendorong siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar. Guru dapat memberikan umpan balik secara individual maupun kelompok. Umpan balik yang diberikan haruslah konstruktif dan dapat membantu siswa untuk memperbaiki kekurangannya.
Gunakan Media Pembelajaran Yang Menarik.
Media pembelajaran yang menarik dapat membuat siswa lebih aktif dan termotivasi dalam belajar. Guru dapat menggunakan berbagai media pembelajaran, seperti gambar, video, atau animasi.
Beberapa contoh penerapan cara kreatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan model cooperative learning adalah untuk mata pelajaran sejarah, guru dapat memberikan tugas kepada siswa untuk membuat komik atau video yang menceritakan peristiwa sejarah tertentu.Untuk mata pelajaran matematika, guru dapat memberikan tugas kepada siswa untuk membuat permainan matematika yang dapat dimainkan bersama teman-temannya.
Untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, guru dapat memberikan tugas kepada siswa untuk membuat film pendek yang bertema lingkungan. Dengan menerapkan cara-cara kreatif tersebut, diharapkan motivasi belajar siswa dapat meningkat dan siswa dapat lebih aktif dalam belajar.
Kooperatif mengacu pada mencapai sesuatu bersama-sama, terutama dengan mendukung satu sama lain dalam pengaturan kelompok. Saling membantu dan memastikan bahwa setiap orang dalam kelompok mampu mencapai tujuan atau menyelesaikan tugas yang telah dimulai Pembelajaran cooperative adalah pembelajaran sengaja menumbuhkan interaksi satu lawan satu dan satu lawan satu di antara teman sekelas sebagai simulasi hidup dalam masyarakat nyata. Dalam model pembelajaran kooperatif learning siswa dilatih untuk bekerja sama dengan temannya secara sinergis, integral dan kombinatif. Selain itu para siswa juga diajak menghindari sikap egois individualis serta persaingan tidak sehat yang memungkinkan untuk menghindari kemungkinan masing- masing kelompok agar tidak mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok.
Cooperative learning lebih menekankan ada kepentingan bersama sehingga siswa yang pintar bisa berbagi dengan temannya yang biasa saja dalam membangun kebersamaan pembelajaran. Meraih hal tersebut tentu bukanlah hal yang mudah. Hal ini disebabkan masih adanya sikap yang cenderung individualistis dan egoistik saat berkompetisi saat menentukan peringkat kelas. Selain itu, guru juga mengendalikan terjadinya reaksi aktif dari siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran berlangsung secara akrab dan datang dari banyak arah (Holik, 2021).
Manfaat dalam pengembangan keterampilan Selain manfaat pembelajaran, pembelajaran kooperatif mempunyai manfaat untuk mengembangkan keterampilan seperti kemampuan untuk terhubung, berpikir dan menjadi lebih mandiri dalam pembelajarannya sendiri. Saat siswa berinteraksi satu sama lain, hubungan dan dukungan yang mereka terima dari siswa lain membuat siswa merasa menjadi bagian Hal ini membuat mereka tetap termotivasi tidak hanya dengan tujuan belajar mereka sendiri tetapi juga dengan tujuan belajar kelompok kelompok. Dalam jangka panjang siswa akan merasa tertarik, senang dan puas, sehingga membantu siswa untuk lebih termotivasi dalam belajar maupun dalam kegiatan kelompok yang diberikan pembelajaran kooperatif peserta didik dengan kemampuan melihat masalah dari sudut pandang orang lain. Dalam proses bekerja dengan anggota kelompok lainnya, siswa mampu memvisualisasikan apa yang dirasakan dan dirasakan orang lain pemikiran serta sudut pandang mereka, sehingga membantu mereka mengembangkan keterampilan negosiasi di antara mereka anggota. individu untuk menyelesaikan perselisihan dalam kelompok.
Mata Kuliah : Teori Dan Strategi Pembelajaran
Tugas : Opini Tentang Model Pembelajaran
Kelas : 1.1A
Nama : 1. Leni Mwarti
2. Puja Kusuma Wati
3. Sri Rara Guspita





