Kemah Bhakti Omputaka Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

KAMPAR KIRI HULU (Mataaura.com) – Keluarga Besar Ompek Puluo Taun Kate (OMPUTAKA) kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan bertajuk Kemah Bhakti Omputaka untuk Negeri yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (7–8 November 2026), ini menjadi wujud pengabdian Omputaka kepada masyarakat dengan mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni dakwah, olahraga, dan sosial kemasyarakatan.

Presiden Omputaka, H. Yurnalis Basri S.Sos, M.Si mengatakan bahwa sejak awal berdirinya, Omputaka memiliki cita-cita besar untuk dapat berkontribusi secara nyata, terintegrasi, dan menyeluruh bagi masyarakat.

“Kemah Bhakti Omputaka untuk Negeri merupakan salah satu bentuk konkret dari cita-cita organisasi dalam membangun kebersamaan sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pria yang familiar disapa Udo NBO ini menegaskan, Omputaka tidak ingin hanya dikenal sebagai wadah penyalur hobi olahraga sepak bola semata, tetapi juga menjadi organisasi yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

“Sejak awal, Omputaka memiliki cita-cita besar untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Karena itu, melalui program Bakti Omputaka untuk Negeri, kami mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni dakwah sebagai fondasi awal terbentuknya Omputaka, olahraga, khususnya sepak bola, serta sosial kemasyarakatan,” ujar udo NBO.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah agenda telah disiapkan. Salah satunya pertandingan persahabatan sepak bola yang mempertemukan kesebelasan Omputaka dengan tim Ujung Bukit.

Pertandingan yang digelar pada sore sabtu tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan mempererat silaturahmi, tetapi juga diisi dengan penyerahan satu buah bola kepada tim Ujung Bukit sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga di tengah masyarakat.

Tidak hanya olahraga, Omputaka juga menghadirkan program dakwah. Malam ba’da Isya, masyarakat mengikuti ceramah agama yang disampaikan oleh akademisi sekaligus ulama, dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Ustaz Safrinaldi.

Udo NBO menyebutkan, melalui kegiatan dakwah tersebut, Omputaka ingin menghadirkan pencerahan dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi masyarakat.

“Harapan kami, kehadiran Omputaka tidak hanya memberikan manfaat secara jasmani melalui olahraga, tetapi juga memberikan kontribusi spiritual melalui dakwah dan kegiatan keagamaan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan santunan kepada 20 anak yatim. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp4 juta, dengan masing-masing anak menerima Rp200 ribu.

Pelaksanaan kegiatan Kemah Bhakti Omputaka untuk Negeri ini turut didukung oleh Event Organizer (EO) Bengkel Seni Subayang yang dikomandani Dody Rasyid Amin.

Keterlibatan Bengkel Seni Subayang menjadi bagian dari upaya menyukseskan rangkaian acara agar berjalan tertata dan memberikan kesan positif bagi masyarakat yang hadir.

Udo NBO yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Omputaka untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat serta mengambil peran dalam membantu sesama.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa sebelumnya pernah dilaksanakan di Teluk Pamen Timur, Kecamatan Kampar Kiri. Kali ini, semangat pengabdian tersebut kembali dilanjutkan dengan memilih Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, sebagai pusat kegiatan.

Menurutnya, Omputaka merupakan organisasi yang tumbuh dari akar rumput (grassroots). Oleh karena itu, keberadaannya harus mampu memberikan kemaslahatan secara langsung kepada masyarakat, bukan sekadar menjadi wadah berkumpul atau menyalurkan hobi.

“Omputaka bukan sekadar wadah penyalur hobi sepak bola. Lebih dari itu, kami ingin menjadi bagian dari gerakan kebersamaan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, membantu meringankan beban sesama, serta turut mendukung pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan sosial,” jelas Udo NBO.

Ia menambahkan, sebagaimana amanat undang-undang bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara, Omputaka juga berupaya mengambil bagian melalui berbagai gerakan kepedulian dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, Udo NBO berharap Kemah Bhakti Omputaka untuk Negeri dapat menjadi kegiatan berkelanjutan yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“Semoga semangat kebersamaan ini terus tumbuh, semakin mempererat silaturahmi, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi negeri,” pungkas Udo NBO.***MRA

Mungkin Anda Menyukai